Barn owl/Serak Jawa

diambil dari http://www.essexwt.org.uk/sites/


Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Aves
Ordo:Strigiformes
Famili:Tytonidae
Subfamili:Tytoninae
Genus:Tyto
Spesies:T. alba

WIKIPEDIA, Serak jawa ( Tyto alba ) merupakan spesies burung berukuran besar (34 cm), mudah dikenali sebagai burung hantu putih. Wajah berbentuk jantung, warna putih dengan tepi coklat. Mata menghadap kedepan, merupakan ciri yang mudah dikenali. Bulu lembut, berwarna tersamar, bagian atas berwarna kelabu terang dengan sejumlah garis gelap dan bercak pucat tersebar pada bulu. Ada tanda mengkilat pada sayap dan punggung. Bagian bawah berwarna putih dengan sedikit bercak hitam, atau tidak ada. Bulu pada kaki jarang-jarang. Kepala besar, kekar dan membulat. Iris mata berwana hitam. Paruh tajam, menghadap kebawah, warna keputihan. Kaki warna putih kekuningan sampai kecoklatan. Jantan-betina hampir sama dalam ukuran dan warna meski betina seringkali lebih besar 25%. Betina dan hewan muda umumnya punya bercak lebih rapat.

Badan bagian atas berwarna abu-abu terang dengan garis-garis gelap dan bintik-bintik pucat yang tersebar pada bulu-bulunya. Pada sayap dan punggung terdapat bintik-bintik lusuh. Badan bagian bawah berwarna putih dengan beberapa bintik-bintik hitam (terkadang tidak ada). Bulu-bulu pada kaki bagian bawah biasanya jarang (tipis). Bentuk muka menyerupai jantung berwarna putih dengan tepi berwarna kecoklatan dan pada tepi lingkar mata terdapat bintik- bintik berwarna coklat. Iris mata berwarna hitam. Kaki berwarna putih kekuning-kuningan sampai kecoklatan Ukuran tubuh jantan dan betina biasanya hampir serupa. Betina dan anakan lebih banyak memiliki bintik-bintik gelap.

Serak jawa (Tyto Alba) yang umum didapati di wilayah berpohon, sampai dengan ketinggian 1.600 m dpl. Di tepi hutan, perkebunan, pekarangan, hingga taman-taman di kota besar. Sering bertengger rendah di tajuk pohon atau perdu, berbunyi-bunyi dengan memilukan, atau bersahutan dengan pasangannya. Sewaktu-waktu terjun menyambar mangsanya di permukaan tanah atau vegetasi yang lebih rendah. Sering pula berburu bersama dengan anak-anaknya. Aktif pada malam hari. Namun, terkadang aktif pada senja hari dan dini hari, bahkan sesekali bisa dijumpai sedang terbang pada siang hari. Pada siang hari, Tyto alba biasanya berdiam diri pada lubang-lubang pohon, gua, sumur, bangunan-bangunan tua atau pada tajuk pepohonan yang berdaun lebat. Beberapa jenis, khususnya Tyto, mampu menempati tempat buatan manusia yang mirip dengan lubang pohon. Sarang Gagak dan burung pemangsa lain yang sudah ditinggalkan, juga merupakan tempat pilihan. Hanya sedikit atau tidak ada usaha sama sekali untuk memperbagus konstruksi pembuat sarang sebelumnya. Celah batuan juga digunakan oleh beberapa jenis burung.

Syarat Memelihara Hewan Langka

diambil darihttp://2.bp.blogspot.com/

TRIBUNNEWS.COM –- Tak selamanya memelihara hewan langka atau dilindungi disebut ilegal. Tapi bisa juga jadi kegiatan legal. Bahkan hewan langka juga bisa diperdagangkan. Tapi ada rentetan syaratnya secara khusus. Tak mudah pula untuk memenuhi syarat-syarat tersebut.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta Mujiastuti mengatakan, hewan langka yang bisa dimanfaatkan untuk dijual atau dipelihara adalah yang didapat dari penangkaran, bukan diambil dari alam.
Lalu syarat lainnya, hewan langka yang boleh dimanfaatkan dari penangkaran hanya yang sudah masuk kategori F2. Artinya hanya hewan yang sudah generasi ketiga di penangkaran yang boleh dimanfaatkan. "Jadi itu cucu dari indukan pertama di penangkaran yang boleh dipakai untuk dimanfaatkan," kata Mujiastuti.
Mereka yang bisa menangkarkan hanyalah perusahaan yang terdaftar di BKSDA. Bukan penangkaran ilegal yang tak terdaftar. Apabila ada orang yang menangkarkan hewan langka tapi perusahaan tak terdaftar, maka semua anakannya tetap dianggap ilegal untuk diperdagangkan.
Namun, hewan langka yang legal untuk dimanfaatkan setelah ditangkarkan hanya hewan kategori Appendix 2. Sedangkan untuk hewan langka kategori Appendix 1, walau sudah ditangkarkan, tetap tak boleh dimanfaatkan untuk apapun dan harus dikonservasi.
Hewan langka kategori Appendix 2 ini adalah hewan langka yang dilindungi di alamnya. Tak boleh diambil dan dijual apabila keturunan hewan langka langsung dari alam. Tapi apabila sudah ditangkarkan, maka keturunan generasi ketiga atau F2-nya boleh dimanfaatkan.
Hewan langka Appendix 1 adalah hewan langka yang jumlahnya kurang dari 800 ekor di alam. Hewan ini tak boleh dimanfaatkan untuk apapun kendati sudah ditangkarkan. Harus tetap kembali ke kawasan konservasi.
Beberapa jenis hewan langka Appendix 1, antara lain Anoa, Badak Bercula Satu, Harimau Sumatera, Macan Dahan, Siamang, serta Orang Utan. Hewan langka Appendix 1 ini untuk keluar dari Indonesia pun sulit.
Cuma Presiden yang bisa memberikan izin hewan Appendix 1 ini keluar dari Indonesia. Itupun biasanya hanya untuk pertukaran hewan dengan tamu negara. Sedangkan hewan langka Appendix 2, antara lain, Elang, Alap-Alap, Buaya Muara, Jalak Bali, dan lainnya. (Warta Kota/ote)
sumber : TRIBUNNEWS.COM 
Elang rata-rata di Indonesia statusnya adalah Apendiks II atau siaga II, kecuali Elnag Jawa, Elang Flores, Elang Sulawesi dan Elang endemik lain yang berstatus Apendiks I.

Cara Membedakan Kulit Sapi Asli Dan Imitasi

Kulit sapi adalah bahan yang harganya bisa dibilang mahal karena keindahan alami kulit dan kekuatannya kulit sapi dijadikan sebagai kerajinan kulit seperti dompet, tas, sarung pisau dan lain-lain. apa hubungan kulit sapi disini ? yaitu kulit sapi sebagai bahan baku pembuatan equipment Falconry seperti anklet, glove, bag, hood dan lain-lain yang tentu harganya tidak murah. Namun equipment yang terbuat dari kullit sintetis/imitasi harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan kulit sapi asli, bayangkan bahaya nya jika memakai equipment kulit imitasi yang mudah rusak ? anklet jesse yang terbuat dari kulit imitasi akan mudah rusak dan mengakibatkan BOP lepas atau escape. Berikut merupakan tips membedakan kulit sapi asli dan sintetis.

1. Serat

diambil dari https://i.ytimg.com/
Pada gambar disamping kulit sapi asli memiliki permukaan yang kasar dan memiliki serat yang tidak beraturan seperti gambar disamping keduanya merupakan kulit sapi asli sebelah kiri adalah kulit full grain sedangkan yang kanan adalah kulit pull up. Berbeda dengan kulit sapi asli, kulit sapi sintetis/imitasi memiliki permukaan yang halus dan serat pada kulit sintetis beraturan/konsisten seperti pada jok motor bahkan ada yang tidak memiliki serat seperti kulit vinyl yang biasa di jadikan sabuk.





2. Bahan Belakang

diambil dari http://static.wixstatic.com/media/
Kulit sapi asli mempunyai bahan yang tidak beraturan dan sangat kasar serta memiliki bau yang sangat khas sedangkan pada kulit sapi imitasi/sintetis memiliki permukaan yang semi halus yaitu hanya terdapat benang-benang yang rapi karena hanya buatan.









3. Tidak Merambatkan Api

Jika dibakar ujungnya, kulit asli tidak akan merambatkan api. Kulit asli hanya akan gosong dan panas jika dibakar. Sedangkan sintetis karena terdapat benang, akan merambatkan api. Api akan menjalar ke bagian yang lainnya. Selain itu, aroma kulit yang dibakar akan menghasilkan bau gosong sedangkan sintetis akan menghasilkan bau plastik yang dibakar.

4. Kelenturan

Kulit asli memiliki kelenturan yang lebih tinggi dibanding dengan sintetis. Berbeda dengan kulit asli hewani, karena terbuat dari bahan yang mengandung plastik, sintetis tidak memiliki kelenturan yang tinggi seperti kulit hewan asli sehingga mudak koyak dan sobek.


Itulah tadi beberapa perbedaan kulit sapi asli dan Imitasi, semoga bermanfaat dan menjadikan para Falconer berhati-hati dalam memasang equipment agar aman.

Falconry Gloves (sarung tangan kulit)

diambil dari http://www.centredefauconnerie.com/QTFC

Falconry glove adalah sarung tangan Falconry yang terbuat dari kulit sapi. banyak model dan lapisan Falconry Glove yang di produksi, ada yang dua lapis kulit, tiga lapis kulit, empat lapis kulit bahkan satu lapis atau single layer pun ada. Falconry glove atau sarung tangan Falconry harus terbuat dari kulit sapi asli yang tebal dan lembut berguna untuk menghindari rasa sakit dan cidera akan kuku dan paruh burung pemangsa. Falconry gloves biasanya dibuat untuk tangan kiri dari kulit premium, nubuck dan suede. Falconry glove juga di buat variasi dan model tertentu agar menambah keindahan dan warna dari glove itu sendiri. (seperti pada gam bar di atas).


diambil dari https://ecs12.tokopedia.net/
Falconry glove dapat di temukan di toko-toko Falconry dan di tempat jual beli online dengan harga berkisar mulai dari Rp. 150.000-, sampai dengan Rp. Rp. 500.000-, harga yang di keluarkan sama dengan kualitas yang di dapat yaitu kulit sapi asli, nyman, panjang, kuat, awet, dan bagus tampilannya. namun jika tidak ingin membeli Falconry gloves di karenakan kemahalan tenang, bisa pakai sarung tangan las. ya.. sarung tangan las terbuat dari kulit dan sudah banyak Falconer di Indonesia yang memakai sarung tangan ini sebagai alternatif. (sarung tangan las seperti pada gambar di samping yang merah).

Set Pengikat Kaki


1. Anklet

Merupakan perangkat utama penting dalam Falconry, karena anklet merupakan sepasang gelang kaki yang mengikat kaki BOP, tanpa anklet kaki bop tidak bisa terikat dengan kuat dan nyaman karena (dalam bahasa Inggris anklet : gelang kaki) pada umumnya anklet terbuat dari kulit sapi asli yang mempunyai bermacam- macam model dan lapisan.

2. Jesses

Merupakan sepasang tali pendek yang menghubungkan anklet dengan swivel, swivel (besi yang memiliki poros yang dapat berputar). Adapun fungsi jesses adalah sebagai keeper saat BOP tidak sedang memakai leash dan juga untuk membatasi gerakan BOP saat sedang berada di atas glove. Jesses yang lazim digunakan biasanya leather jesses yang terbuar dari kulit sapi, braided jesses yang terbuat dari anyaman tali prusik dan paracord jesses.



3. swivel

Swivel adalah perangkat yang penting dalam set pengikat kaki karena swivel adalah besi yang mempunyai poros yang bisa berputar 360 drajat sehingga aman bagi BOP bergerak tanpa takut terlilit jesse, bahkan ada suatu kasus di Indonesia di mana burung hantu jenis Strix Seloputo kakinya terkelupas akibat terlilit jesse kulit.




4. hook/carabiner

Merupakan perangkat yang tidak terlalu penting dalam Falconry, hook/carabiner adalah sebuah cantolan yang termasuk dalam peralatan logam berbentuk seperti pengait atau cantolan seperti pada tali tas. Kegunaan hook adalah untuk menghubungkan swivel pada leash, leash ( tali panjang yang digunakan untuk mengikat ke perch).



5. leash

Leash adalah tali panjang yang bisanya digunakan untuk mengikat BOP ke perch maupun di gunakan saat latihan jarak dekat. Leash biasanya memakai tali prusik dan kulit, di Indonesia sendiri umumnya memakai leash prusik yang ketebalannya di tentukan jenis burung nya, namun di luar negeri seperti German, selain leash prusik dan paracord mereka juga menggunakan leash berupa tali kulit sapi asli berbentuk seperti jesse sangat panjang.

6. bell

Sebenarnya bell juga merupakan perangkat penting dalam Falconry, fungsinya adalah dapat mengetahui pergerakan BOP saat dalam bahaya, mengetahui keberadaan BOP dan lainnya.Adapun juga kekurangan bell yaitu, mengganggu aktivitas berburu sehingga mangsa kabur dan lari serta mengurangi kelebihan burung hantu yang terbang tanpa suara.





itulah yang dapat saya jelaskan kurang lebih dan kesalahannya mohon maaf tolong di koreksi.
maaf sumber gambar tidak bisa dicantumkan di gambar.